Mengenal Tapas, Kuliner Sekaligus Gaya Hidup khas Spanyol

Pada saat spring break kemarin saya dan teman-teman berkesempatan untuk mengunjungi Andalusia, daerah selatan Spanyol seperti Malaga, Sevilla dan Cordoba.

tapas signage - travescape

Seperti traveling pada umumnya, kami sangat penasaran untuk mencicipi kuliner-kuliner yang ada di Spanyol ini, terutama ‘Tapas‘. Ya, tapas, (bukan tepos dalam bahasa Sunda ya hehe), adalah istilah kuliner yang mungkin paling populer di Spanyol.

Apa itu tapas?

Ya, apa itu sebenarnya ‘Tapas’?

Istilah ini sendiri tidak mengacu kepada satu jenis makanan saja. Pada umumnya orang-orang mengenal tapas sebagai berbagai jenis makanan yang disajikan dalam porsi yang kecil. Paella (mirip dengan Risotto kalau di Italia), keju, dan calamari adalah sedikit contoh makanan yang bisa disajikan dalam bentuk tapas.

variasi tapas - travescape

Orang-orang Spanyol biasanya memakan kuliner ini sebagai snack untuk menemani mereka minum dan hangout di bar. Tetapi jangan khawatir, apabila kamu mau, kamu juga bisa memakan serangkaian hidangan tapas sebagai menu ‘makan besar’ kamu karena meskipun sedikit kalau kamu memesan 5-7 macam tapas akhirnya akan kenyang juga kok. Tapas biasanya juga cocok dimakan berbarengan dengan Tinto de verano (summer red wine).

Sejarah tapas

Tapas berasal dari kata ‘tapa‘ di bahasa Spanyol yang dapat berarti ‘penutup’. Dalam hal ini makanan yang dijadikan tapas biasanya disajikan dalam piring kecil yang diletakkan di atas gelas kamu (menjadi penutup gelas). Alasan praktisnya adalah untuk mencegah serangga ataupun binatang kecil lainnya seperti lalat untuk masuk / mengenai gelas.

Menurut legenda di Spanyol, kita bisa merunut balik asal mula kuliner ini berasal antara abad 13 – abad 15, di mana ada seorang raja Spanyol bernama Alfonso yang menggunakan tapas sebagai snack -snack kecil di saat beliau sakit. Setelah itu raja Alfonso mengeluarkan perintah agar bar-bar di Spanyol menyediakan makanan kecil tersebut apabila pelanggan memesan minuman.

Bentuk tapas di saat modern ini dipercaya banyak mendapat pengaruh dari daerah Andalusia, terutama Sevilla. Saat ini tapas sudah menjadi gaya hidup masyarakat di seantero Spanyol dan dikenal seluruh dunia.

Jenis-jenis umum tapas

Ensaladilla

 ensaladilla rusa - travescape

Banyak dikenal juga dengan nama Ensaladilla Rusa atau Russian Salad. Tapas ini terbuat dari potato salad dengan campuran mayonnaise tuna atau udang. Ensaladilla ini cocok untuk dijadikan starter bagi serangkaian menu tapas yang akan kamu santap.

Calamares

 tapas calamares - travescape

Tapas ini adalah cumi-cumi goreng tepung berbentuk cincin yang sebenarnya sudah sering kita lihat di restoran-restoran pada umumnya. Apabila kamu sudah bosan dengan calamari di Indonesia, kamu bisa skip jenis yang ini dan mencoba yang lainnya.

Chipirones

tapas chipirones - travescape

Jenis tapas yang berupa cumi-cumi dan biasanya dimasak secara “a la plancha” (di atas wajan) dan disajikan bareng dengan kentang goreng dan salad segar. Cumi-cumi ini rasanya sangat gurih dan mempunyai sensasi buah citrus yang tersembunyi.

Galicia Octopus

tapas galicia octopus - travescape

Masakan gurita yang dimasak ala Galicia (daerah di utara Spanyol). Dimasak dengan banyak lada dan merica beserta olive oil. Kekenyalan dan tekstur daging gurita-nya memberikan sensasi tersendiri di dalam mulut

Salmorejo

Semacam of gazpacho (sup ala spanyol) tetapi lebih kental, banyak dipakai sebagai saus pendamping snack-snack lainnya seperti crackers atau biskuit. Salmorejo ini berasal dari Andalusia khususnya dari Cordoba. Tiga jenis salmorejo yang kami coba di atas itu adalah traditional salmorejo, sweet corn salmorejo dan beet fruit salmorejo.

Jamón Iberico

Daging ham yang diiris tipis dan diberi garam. Sering dikenal juga dengan nama ‘pata negra’ atau Iberian Ham. Jenis yang ini tidak cocok untuk traveler yang beragama muslim karena berasal dari daging babi. (photo courtesy of Spainatm.com)

Tips memesan tapas

  • Cek terlebih dahulu apakah tapas bisa dipesan di meja atau harus di bar. Di beberapa tempat, tapas hanya bisa dipesan di bar, sedangkan duduk di meja berarti kamu akan memesan ‘makan besar’
  • Harga dari tapas sendiri bervariasi, tergantung menu dan tempatnya. Tapas pada umumnya akan membuat kamu merogoh kocek sebesar 2-3 euro (Rp. 32,000 – Rp. 48,000)* dan untuk tempat-tempat yang lebih terkenal, bisa sampai 5-6 euro (Rp.80,000 – Rp. 96,000)* per tapas.
  • Jam buka bar di Spanyol berkisar antara jam 13.00 – 16.00 untuk makan siang dan antara 20.00 – 24.00 untuk makan malam. Jadi cek jadwal terlebih dahulu agar kamu tidak datang sia-sia atau datang lebih awal untuk menghindari antrian (yang biasanya cukup panjang untuk bar yang terkenal).
  • Untuk vegetarian atau traveler yang muslim, dapat memilih vegetarian tapas. Kamu dapat memastikan kepada pelayan tapas bar dengan berbicara “Soy vegetariano/a. Que tapas no tienen carne ni pescado?” (saya adalah seorang vegetarian, jenis tapas mana yang tidak mengandung daging ataupun seafood?).
  • Untuk kamu yang ada di Indonesia dan penasaran mencoba tapas, bisa cek di tapas bar Movida yang ada di daerah Cipete, Jakarta Selatan.

Akhir kata, kalau kamu datang ke Spanyol, kamu wajib menjelajahi tapas bar yang ada di kota tujuan kamu! dan apabila kamu sudah mempunyai spot dan jenis tapas favorit, let us know =)

*dengan kurs saat penulisan artikel ini, 1 EURO = Rp.16,000

Please share the article if you find it useful or interesting:

8 replies on “Mengenal Tapas, Kuliner Sekaligus Gaya Hidup khas Spanyol

Leave a Reply to candra Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *